Luka berbarah menghasut minda.

Photo by Achraf Alan on Pexels.com

Ditarik nafas, dihembus lepas,
Mengharungi setiap saat, semakin lemas,
Bukan tenggelam dalam air,
Tapi kering haus udara,

Menyelam dalam perasaan hati,
Makin keruh lopak tak kenal diri,
Apalah rasa bila ada di tempat tinggi,
Kemudian jatuh berdarah kaki,

Mungkin, aku hanya ketawa,
Untuk lupakan rasa sakit sahaja,
Tapi yang lebih pedih dari itu,
Luka yang ada di dalam dada.

Dan bertambah lagi pedih,
Luka berbarah menghasut minda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s